Komparasi: CBSF Vs NVL


Malas Edit, copas aja langsung. Reblog by kphmph originally By Motorplus-otomotifnet

kphmph-cbsf vs nvl otomotifnet (2)

TES AKSELERASI DAN TOP SPEED NVL Vs CBSF

Urusan performa, erat hubungannya dengan spesifikasi mesin kedua motor ini. Meski sama-sama 150 cc, Honda CB150R dan Yamaha New V-Ixion punya beberapa perbedaan mendasar pada spesifikasi.

CB150R menawarkan karakter overbore 63,5 x 47,2 mm, DOHC 4 klep berpendingin cairan transmisi 6 speed. Sedang New V-Ixion mengandalkan mesin lamanya, karakternya hampir square 57 x 58,7 mm, SOHC 4 klep berpendingin cairan transmisi 5 speed.

Pasokan bensin keduanya injeksi, hanya beda di detail dan kelengkapan sensor karena New V-Ixion sudah pakai 02 sensor, sedang CB150R belum. Aliran udara ke ruang bakar dikawal dengan throttle body (TB) 28 mm sedang CB150R lebih besar pakai TB 30 mm.

Nah… Kini saatnya dicoba lewat dua pengetesan yang berbeda. Pertama uji akselerasi pakai racelogic. Dan yang kedua langsung dinaikan ke atas dynamometer, untuk melihat power dan torsinya secara real dalam kondisi lingkungan yang sama dan mesin dyno yang sama pula.

Hasil tes akselerasi, StreetFire unggul dari Lightning. Dites pakai Racelogic oleh 1 tester berpostur 173 cm 65 kg di bawah 0-60 km/jam StreetFire hanya butuh 3,8 detik. Sementara Lightning perlu 4,1 detik. Jarak 201 meter CB150R unggul dengan 11 detik, berbanding V-Ixion 11,3 detik. Sementara jarak 402 meter ditempuh oleh CB150R hanya 18,2 detik sedang V-Ixion 18,4 detik.

Top speed keduanya beda tipis, andalan Honda 135 km/jam sedang Yamaha 132 km/jam, dites dengan trek 1 km. Data lain ada di bawah.. Silahkan dilihat dan dibandingkan.

Keunggulan CB150R tentu saja ditunjang karakter mesin overbore yang melengking cepat di rpm menengah ke atas dengan nafas panjang, ditambah rasio 6 speed rapat plus rasio akhir ringan. Sedang V-Ixion cenderung rata, dari bawah sampai atas rpm naik stabil. Mengandalkan feeling, mesin CB150R terasa lebih bulat dan halus sementara V-Ixion sedikit kasar.

Tak cukup akselerasi dan top speed, kami juga penasaran dengan potensi mesin on wheel, makanya dites pakai dynamometer. Mengejutkan! Baik tenaga maupun torsi V-Ixion ternyata lebih besar dari CB150R!

kphmph-cbsf vs nvl otomotifnet (1)

Anda terkejut? Sama dong! Bahkan kami sampai mengukur di dua tempat berbeda. Pertama di-dyno milik Aerospeed, Jl. Haji Nawi 74, Jaksel. Kedua, di Sportisi Motorsport, Jl. Tenggiri 4A Rawamangun, Jaktim. Ternyata hasilnya identik, tetap lebih besar V-Ixion.

Tepatnya di dynamometer Dynojet 250i milik Sportisi tenaga V-Ixion 14,17 dk pada 8.850 rpm dan torsi 12,76 Nm pada 7.050 rpm. Sementara CB150R 13,45 dk pada 10.300 rpm torsi 10,83 Nm pada 7.800 rpm. Kedua motor kondisi standar pabrik dengan bahan bakar yang sama.

Nah loh.. Jadi bimbang kan..!!! Mau pilih yang akselerasi dan top speed nya unggul atau yang power dan torsinya lebih besar?

Data Akselerasi  New Vixion   CB150R
0-60 km/jam
0-80 km/jam
0-100 km/jam
0-100 meter
0-201 meter
0-402 meter
4,1 detik
7,1 detik
13,1 detik
7,1 detik
11,3 detik
18,4 detik
3,8 detik
6,8 detik
11,7 detik
7 detik
11 detik
18,2 detik

Komparasi New V-Ixion VS CB150R, Membandingkan Fitur dan Teknologi

kphmph-desain-otomotifnet-cbsf vs nvl (4) kphmph-desain-otomotifnet-cbsf vs nvl (1) kphmph-desain-otomotifnet-cbsf vs nvl (2) kphmph-desain-otomotifnet-cbsf vs nvl (3)

TES HANDLING CBSF Vs NVL

Dari posisi duduknya saja, punya feeling yang berbeda. Ketika duduk di jok CB150R, setangnya terasa sedikit lebih tinggi dari New V-Ixion.

Tapi jangan bayangkan posisi duduknya tegak seperti naik New Mega Pro, tetap saja sedikit nunduk.

Tinggi jok CB150R sebenarnya tidak terlalu tinggi, tapi jadi kurang nyaman karena bentuk bagian belakang tangki terlalu lebar. Duduk harus lebih mengangkang dan bikin paha sedikit pegal.

Untung, joknya lumayan empuk dan punya bahan jok bertekstur kasar. Dengan jok ini duduk jadi tidak licin meski pakai celana kain sekalipun. Posisi foot step-nya masih oke untuk berkendara sehari-hari.

Sedang New V-Ixion punya setang lebih pendek. Meski pendek, posisi duduknya tetap nyaman karena badan seolah masuk ke dalam bodi.

Tangki dan joknya didesain enak dijepit. Paha tidak perlu terlalu ngangkang dan untuk rider 165 cm, kaki cukup jinjit sedikit saja.

Handling Beda Tipis Karakternya
Lanjut ke handling. Ketika berkendara di kemacetan, terasa kalau CB150R punya radius putar lebih sempit. Berkelok di jalanan sempit seperti di kemacetan jadi lebih mudah dilakukan.

Sedang New V-Ixion memang radius beloknya lebih lebar. Tapi tenang saja, untuk selap-selip di kemacetan tetap mudah kok.

Sedang untuk redaman suspensi, keduanya punya karakter yang berbeda. Sokbraker depan CB150R yang memiliki diameter 31 mm dan didukung konstruksi pro-link di suspensi monoshock-nya, sukses memberikan redaman yang baik. Khususnya ketika melaju di kecepatan tinggi.

kphmph-cbsf-vs-nvl-handling

CB150R memang cocok buat yang suka kencang. Suspensinya enggak terasa mengayun berlebih ketika menikung cepat. Padahal roda belakangnya hanya pakai pelek 2.50×17 dan ban 100/80-17.

Tapi urusan kenyamanan, suspensi New V-Ixion tetap lebih lembut dan nyaman. Sokbraker depannya yang memiliki diameter tabung 33 mm serta suspensi belakang monocross-nya memanjakan pengendaranya.

Buat melaju, New V-Ixion juga tergolong mantap dengan kaki-kaki lebar. Roda depannya dikawal pelek 2.15×17 dan ban 90/80-17 sedang yang belakang pakai pelek 3.50×17 dan ban 120/70-17. Sayangnya ketika belok kencang, roda belakang masih terasa mengayun.

Beda tipis karakternya!

TES KONSUMSI BBM NVL Vs CBSF

Terakhir nih… Kali ini fokusnya pada membandingkan konsumsi bahan bakar Honda CB150R dan Yamaha New V-Ixion. Dari spesifikasinya sih, seharusnya sudah kebayang mana yang bakal lebih irit. CB150R over bore, dan New V-Ixion over stroke malah hampir square.

Yang sudah-sudah, karakter over stroke lebih hemat bahan bakar. Alasannya karena torsi motor berkarakter over stroke bisa diraih pada putaran mesin lebih rendah. Logika gampangnya, cukup putar gas sedikit saja untuk membuatnya berjalan.

Tapi belom lengkap rasanya kalau tidak dibuktikan. Dengan pengukuran full to full, kedua motor ini kami pakai untuk harian di jalanan Jakarta oleh satu tester (165 cm/70 kg). Rutenya relatif sama di jam yang sama juga, dengan tujuan mendapatkan kondisi lalu lintas yang tidak jauh berbeda.

Cara berkendaranya pun jauh dari eco riding. Buka gasnya suka-suka, kalau ketemu jalanan kosong selalu gatel untuk putar selongsong gas dalam-dalam. Tapi enggak jarang juga kena macet dan harus berhenti lama bersama pengendara lainnya.

Jadi, kami enggak akan kaget kalau ada pembaca yang bisa dapat konsumsi bahan bakar lebih irit dari yang kami peroleh. Hehee.. sah-sah saja mencoba sendiri mengukur konsumsi bahan bakar kedua motor ini, toh bisa dilakukan dengan mudah.

Setelah dilakukan pengetesan masing-masing sebanyak dua kali, diperoleh hasil 1 liter bahan bakar mampu digunakan untuk menempuh jarak 35 km oleh CB150R. Beda tipis seperti klaim pabrikan yang menyebutkan angka 1:36 kilometer.

Sedang New V-Ixion tembus 38 kilometer. Ups, masih lebih irit dari kompetitornya nih!

(motorplus-online.com)

<!– brought to you by kphmph.wordpress.com –>


About Marga

You don't wanna know! About.me/margay About.me/aku
This entry was posted in Motorcycle Top Speed and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

3 Responses to Komparasi: CBSF Vs NVL

  1. amriadi says:

    oke banget buat informasi nya

  2. amriadi says:

    gambar dari atas gak kah broo gw pengen liat yang dari atas

Komentar bebas : panjang, pendek, berkali-kali, terserah, ekspresikan dirimu :) You may use HTML tags and attributes.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s