Pengetahuan: Product Recall Sebenarnya Apa Sih? Jelaskan!


Product recall itu apa sih?

Definisi ‘Recall Produk’ / product recall

Recall produk (product recall) adalah proses mengambil barang cacat dari konsumen (oleh produsen) dan memberikan mereka (konsumen)  dengan kompensasi. Biasanya sering terjadi sebagai akibat dari masalah keamanan atas cacat manufaktur pada produk yang dapat membahayakan penggunanya.

Proses penggantian dapat bervariasi tergantung pada undang-undang lokal (suatu negara: undang-undang perlindungan konsumen, undang-undang khusus yang mengatur perdagangan) dan penyebab product recall.

Produk recall tidak hanya berlangsung satu hari, satu minggu, atau satu bulan saja, namun bisa berlangsung selama setahun, bahkan lebih dari satu tahun tergantung jumlah produk dan penyebab recol tersebut.

Ada beberapa langkah umum yang sering terjadi, sebagai contoh:

  • jika produsen makanan hewan mengeluarkan produk yang dapat meracuni hewan, perusahaan akan mengumumkannya kepada publik akan bahaya makanan hewan tersebut dan meminta agar pelanggan mengembalikan produk ke perusahaan, atau hanya membuangnya. pelanggan biasanya akan diberikan pengembalian dana penuh atau penggantian secara material.
  • jika produsen mobil/motor mengeluarkan produk yang dapat membahayakan konsumen dalam hal keamanan, produsen dalam hal ini pabrikan akan mengumumkan kepada publik bahwa ada masalah keamanan produk yang harus diperbaiki dan meminta konsumen mengembalikannya kepada produsen. hal ini biasanya terjadi pada produk mobil. jarang terjadi produk motor. Langkah perusahaan biasanya mengganti part yang membahayakan tersebut dengan yang baru dan aman bagi keselamatan, kemudian produsen akan mengembalikan produknya kepada konsumen. namun ada juga yang memberi penggantian produk dengan yang baru.

Penarikan produk sukarela berdasarkan inisiatif produsen sebenarnya jarang terjadi di Indonesia. Bebarapa tahun lalu, produk kendaraan roda empat Honda pernah melakukan hal yang hampir sama. Bedanya Honda tidak menawarkan penggantian kendaraan, tetapi melakukan perbaikan di bagian yang dikhawatirkan dapat mengganggu kenyamanan dan keamanan pengguna.

Upaya semacam ini sebenarnya merupakan bentuk dari tanggung jawab perusahaan atau produsen terhadap produk yang mereka pasarkan. Pengujian tidak hanya dilakukan di dalam pabrik sebelum produk diedarkan, tetapi monitoring tetap dilakukan setelah produk beredar dan digunakan konsumen. Dugaan lain adalah perusahaan mencermati dan menganalisis dengan baik keluhan yang mungkin datang dari konsumen. Keluhan tidak hanya ditindaklanjuti sekadarnya, tetapi ditelusuri kemungkinan penyebab atau asal usulnya. Dengan demikian, tidak sampai terjadi korban atau kerugian konsumen yang lebih besar.

Langkah Produk recall lebih dipilih oleh perusahaan karena biaya untuk melakukan pe-recall-an produk lebih kecil bila dibandingkan dengan biaya akibat hukum (denda)  yang ditimpakan oleh undang-undang kepada suatu perusahaan atau produsen.

Recall produk bagi konsumen
keuntungan:

  • terjamin kualitas dan keamanan dari produk yang dikonsumsinya atau dipakainya.
  • mengurangi kerugian akibat dari hal yang ditimbulkan oleh produk tersebut di kemudian hari.

kerugian:

  • konsumen akan rugi jika tidak mengetahui bahwa produk yang dikonsumsinya atau dipakainya direcall. Dengan kata lain produk recall lebih menguntungkan konsumen daripada merugikan.

Recall produk bagi perusahaan
keuntungan:

  • dapat meningkatkan citra (baik) produk dari perusahaan yang membuatnya (meskipun ada yang beranggapan sebaliknya)
  • menambah kepercayaan konsumen terhadap produsen

kerugian:

  • kerugian material yang besar karena harus mengganti produk atau memberi kompensasi kepada konsumen.
  • kerugian pada kepercayaan di bursa saham yang mengakibatkan menurunnya pergerakan saham.
  • seringkali recall produk dijadikan “senjata” oleh produsen lain (kompetitor)  untuk menjatuhkan citra perusahaan yang me-recall produknya. apalagi di Indonesia, product recall masih terbilang aib bagi sebagian masyarakat Indonesia.

Sebagai referensi, berikut beberapa contoh mobil yang mengalami kasus recall di Amerika yang sudah atau akan dipasarkan di Indonesia dan di Indonesia :

  •     2011-2012 > Nissan Juke – kasus recall : sistim bahan bakar
  •     2011 > Nissan 370Z – kasus recall : perangkat power window
  •     2012 > Porsche Cayman – kasus recall : perangkat seatbelt
  •     2011 > Toyota Corolla – kasus recall : struktur, body atap & pilar
  •     2011 > Toyota Land Cruiser – kasus recall : ban, pressure monitoring & sistim regulator
  •     2011 > Honda Civic – kasus recall : sistim bahan bakar
  •     2012 > Honda Civic – kasus recall : perangkat airbag
  •     2011 > BMW seri 5 – kasus recall : mesin dan sistim pendingin mesin
  •     2011 > BMW seri 7 – kasus recall : mesin dan sistim pendingin mesin
  •     2011 > BMW X5 – kasus recall : mesin dan sistim pendingin mesin
  •     2012> Daihatsu Gran Max tipe Pikap produksi 2007-15 Oktober 2010 (sekitar 36ribu unit- di Indonesia)  potensi keretakan pada bagian dudukan ban cadangan – Indonesia
  •     2012> Daihatsu Gran Max tipe Mini Bus dan Blind Van produksi 2007-23 Oktober 2008 (sekitar 11ribu unit- di Indonesia) potensi keretakan pada bagian dudukan ban cadangan- Indonesia
  •     2012> Daihatsu Sirion produksi Januari 2008-Maret 2011 (sekitar 3ribu unit- di Indonesia) desain lubang pembuangan tetesan air hasil kondensasi penyejuk udara yang berada tepat di atas steering rack yang berpotensi timbulkan karat dan recall juga di Malaysia pada awal 2012
  •     2011 > Honda Jazz dan City (recall 42.000 unit)
  •     2012> Toyota Motor Corp atas produk Camry, Corolla, Yaris, Vios, Matrix, RAV4, Highlander, Tundra, Sequoia, xB, xD, dan Scion yang diproduksi pada kurun Juli 2005—Mei 2010 yang dijual di Jepang = 459.300, Amerika Utara = 2,47 juta, Eropa dan China = 2,8 juta, Timur Tengah, dan Oseania. (sekitar 7,4 juta unit di seluruh dunia). kasus recall – masalah pada tenaga listrik tombol power window pengemudi yang bisa menyebabkan malafungsi.

Sebagai konsumen tentunya kita berharap pasar terbebas dari produk-produk yang tidak aman dan tidak layak. Namun tampaknya harapan ini masih akan jauh dari kenyataan. Selama pemerintah (melalui undang-undang yang jelas dan tegas dan aparat terkait) tidak mampu mensterilkan pasar dari produk-produk yang tidak aman, dan pelaku usaha tidak sepenuhnya melakukan bisnis yang bersih dan etis, tanggung jawab sepertinya digeser ke pundak konsumen. Konsumen harus lebih berdaya. Konsumen dituntut untuk senantiasa berhati-hati, mencari informasi dan meningkatkan pengetahuan,  serta berani bicara apabila menemukan produk yang tidak layak.

BTW Indonesia punya gak Badan Recall atau Dinas Recall ya😕

Oleh: kphmph.wordpress.com, ensiklopedi, google, kompas, sindonews, motortrend, mobil69, YLKI, berbagai sumber.

🙂

About Marga

You don't wanna know! About.me/margay About.me/aku
This entry was posted in Manual, Pengetahuan and tagged , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

11 Responses to Pengetahuan: Product Recall Sebenarnya Apa Sih? Jelaskan!

  1. SuRyA says:

    Salutttt. Mantabbb banget ulasannya mas.
    Setau saya indo blm punya badan yg mas mksd.
    Recall bs dilakukan jika ada niat baik dari produsen.
    Ow ya mo sharing neh mas. Menurut mas, recall itu kan krn adanya sesuatu yg salah pada kendaraan. Nah kesalahan ini biasanya diketahui setelah ada beberapa kasus dan dewan keselamatan jalan raya (usa) akan menginvestigasi. Jika terbukti maka dewan keselamatan tersebut akan meminta produsen utk memperbaiki
    “kerusakan” tersebut melalui proses recall.
    Nah berkaca dari kasus tersebut, menurut mas apakah vario techno 125fi harusnya di-recall apa ga?
    —-
    http://www.dk8000.co.nr

    • An_Syahri says:

      klo vartech 125 ga usah recall mas.. tp cukup bilang motor ini ga cocok minum premium.. cocoknya min bensin ron 92.. he..he..

    • kphmph says:

      menurut saya sekecil apapun jika pabrikan memang berniat ya seharusnya direcall…
      karena piranti sekecil apapun pada kendaraan apalagi yg berkenaan dg elektrik biasanya berkaitan dg sistem keamanan. recall sendiri berkiblat pada keamanan..
      so semisal motor tiba2 mati di jalanan tentu akan membahayakan penggunanya dan pengguna kendaraan/pengguna jalan lain..
      masalahnya Indonesia belum ada ketegasan tentang recall produk.. jadi produsen terkesan “santai-santai saja”…
      recall? why not. populasi motor perhari saja bisa ribuan… recall sekarang lebih menguntungkan daripada recall dikemudian hari. tapi ingat, recall harus terbuka.. jangan diam-diam..

  2. An_Syahri says:

    Nice info mas… Mantap… Produk roda dua di indonesia setahuku baru ada 2 kali.. yg pertama Yamaha MX gen1 krn oli mesin yg nyampur air radiator.. trus Honda Vario krn kabel gas yg ngunci…. lainnya..?

  3. rusmanjay says:

    nais inpo😀

  4. sipppp…. thankss broo

Komentar bebas : panjang, pendek, berkali-kali, terserah, ekspresikan dirimu :) You may use HTML tags and attributes.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s