tips: Kenali Jam Biologis, Antisipasi Serangan Kantuk Saat Nyetir (mobil)


Istilah yang sering dilontarkan Jusri Pulubuhu sangat menyentak kesadaran pengemudi. Salah satunya, menurut Founder / Training Director Jakarta Devensive Driving Consultant (JDDC) – Crash Free International ini, “Jalan raya termasuk salah satu killing field”, alias ladang pembantaian. Banyak korban jiwa jatuh dalam kaitan dengan masalah berkendara dan transportasi. Penyebab yang cukup menonjol, karena ngantuk saat berkendara.

Dan belum lama ini, detik.com sempat melansir berita dari luar negeri bahwa angka korban mengalami kecelakaan akibat ngantuk mencapai 1,9 juta orang (2009). Angka tersebut didapat oleh National Sleep Foundation setelah melakukan survey kepada pengendara di Amerika Serikat. Yang parah, seperti disebut situs tersebut, biasanya seseorang tidak sadar mengalami proses ngantuk. Satu-satunya pengingat, hanya jika terjadi kecelakaan.

Sebetulnya, menurut Jusri, situasi ini bisa sedikit diantisipasi dengan memahami jam biologis manusia (circadian rythm). Hasil penelitian lembaga kesehatan dan savety menyimpulkan bahwa rata-rata mulai pukul 9 terjadi penurunan kebugaran, dan manusia mulai mengantuk. “Ekstrimnya terjadi di jam 12 sampai jam 15.00, setelah makan siang,” ujarnya. Di atas jam 15.00 baru mulai segar kembali dan akan menurun kembali pada saat jam 21.00 malam dst.

“Ini terbukti dari beberapa kasus kecelakaan yang pada umumnya memang terjadi pada saat-saat jam biologis tersebut,” sambungnya lagi. Menurutnya, pada saat itu manusia mengalami kelelahan (fatigue) sehingga otak dan organ-organ tubuh lambat merespon situasi di sekitar. Nah, untuk menghindari bahaya kecelakaan akibat ngantuk, perhatikan poin-poin berikut:

1. Untuk berkendara dalam kota, waspada dengan cara berkendara yang kurang memancing otak untuk berpikir dan merespon kondisi sekitar. Kondisi yang monoton justru berbahaya karena membuat pengendara lengah.

2. Stress juga menjadi penyebab fatigue. Karena itu, jika sedang stress sebaiknya tidak mengendarai kendaraan sama sekali. Minta saja orang lain untuk nyetir. Kalau perlu pulang naik angkutan umum.

3. Pada pengendaraan jarak jauh (luar kota), selain harus cukup tidur, tambah dengan relaksasi secara berkala. Istirahat dan lakukan peregangan untuk mengembalikan kebugaran tubuh.

4. Perhatikan juga mengenai makanan, jangan sampai mengalami dehidrasi. Minuman suplemen tidak direkomendasikan karena kurang baik bagi kesehatan.

 
  AstraWorld,

About Marga

You don't wanna know! About.me/margay About.me/aku
This entry was posted in Driver Manual and tagged , , , , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Komentar bebas : panjang, pendek, berkali-kali, terserah, ekspresikan dirimu :) You may use HTML tags and attributes.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s