tips: Yang Harus Pengendara Lakukan Saat Gempa Mengguncang (mobil)


 

Gempa yang mengguncang pada awal September 2009 kemarin sangat terasa di Jakarta. Dengan kekuatan 7,3 skala richter, getaran pusat gempa di Tasikmalaya Jawa Barat juga sampai ke Bali. Lagi-lagi, peristiwa yang terjadi di siang hari ini membuat panik. Karyawan di gedung perkantoran, pengunjung pusat perbelanjaan hingga pasien rumah sakit berhamburan keluar. Cemas kalau-kalau gedung runtuh dan pecahannya menimpa mereka.

Bila tengah berada di dalam bangunan, sebetulnya langkah penyelamatan dari bahaya gempa yang tepat bukan dengan lari keluar gedung. Bila di dalam gedung, prosedur yang benar adalah Drop (masuk ke tempat perlindungan seperti meja dan sejenisnya), Cover (berlindung), dan Hold (berpegang pada benda pelindung tsb). Jauhkan diri dari furniter, kaca, atau benda-benda yang berpotensi jatuh. Sampai semua aman, baru keluar. Dan jangan gunakan lift!

Lantas, bagaimana bila gempa terjadi pada saat kita tengah berkendara? Pertanyaan ini menjadi penting bagi kita yang seringkali berada di dalam mobil. Mungkin saja gempa terjadi pada saat kita sedang nyetir di tengah jalan. Potensi bahayanya tidak kalah besar. Apalagi bila gempa di atas 6 skala richter, yang dampaknya terasa hingga permukaan jalan.

Sama seperti poin di atas, hal pertama yang harus diingat adalah jangan panik. Tetaplah konsentrasi sambil perlahan-lahan menurunkan kecepatan kendaraan, lalu mencari tempat yang aman untuk menepi. Tempat tergolong aman bila jauh dari kemungkinan tertimpa benda-benda yang mungkin jatuh akibat guncangan gempa. Karena itu, saat menepi pilihlah tempat yang jauh dari gedung bertingkat, papan reklame, pohon besar, dsb.

Setelah menepi di tempat yang aman dari kemungkinan kejatuhan benda, jangan langsung keluar dari kabin mobil. Tunggu sampai suasana benar-benar mereda. Di dalam mobil lebih aman mengingat kap dan body mobil dapat berfungsi sebagai pelindung yang kokoh. Selain itu, jika langsung keluar mobil, ada risiko fatal bila kebetulan ada pengendara lain yang panik.

Di samping sikap saat menghadapi gempa, perlu juga langkah-langkah yang sifatnya antisipatif agar kita tidak menjadi korban. Misalnya, saat parkir mobil di gedung, kebanyakan pengendara hanya memperhatikan letak parkir agar saat kembali bisa segera menemukan posisi mobil. Mulai sekarang, biasakan juga untuk mengetahui letak tangga darurat. Tujuannya, agar saat berada di gedung tersebut, kita segera menemukan arah yang tempat untuk keluar.

 
  AstraWorld

About Marga

You don't wanna know! About.me/margay About.me/aku
This entry was posted in Driver Manual and tagged , , , , , , , , . Bookmark the permalink.

Komentar bebas : panjang, pendek, berkali-kali, terserah, ekspresikan dirimu :) You may use HTML tags and attributes.

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s